Suryamedia.id – Viral tren ‘Kabur Aja Dulu’ yang tersebar di media sosial, khususnya di X (sebelumnya Twitter). Tren ini disebut sebagai bentuk ungkapan kekecewaan generasi muda terhadap kondisi politik, ekonomi, dan sosial di Indonesia.
Lantas, sebenarnya apa itu tren ‘Kabur Aja Dulu’, serta mengapa viral di media sosial? Untuk selengkapnya, simak penjelasan berikut ini!
Apa itu tren ‘Kabur Aja Dulu’?
Dilansir dari laman KataData, tren ‘Kabur Aja Dulu’ merujuk pada ajakan kepada orang Indonesia untuk hijrah atau pindah sementara ke luar negeri. Ajakan ini muncul sebagai wujud kekecewaan dan frustrasi kaum muda terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai menyulitkan rakyat.
Beberapa kebijakan tersebut dinilai memengaruhi kondisi kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi masyaralat, khususnya masyarakat menengah ke bawah. Mereka menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak, tingginya biaya pendidikan, ketimpangan pembangunan, dan minimnya kesempatan untuk menyuarakan aspirasi.
Sehingga, tagar #KaburAjaDulu dipakai sebagai ungkapan keinginan untuk melarikan diri ke tempat yang menawarkan lebih banyak peluang dan kehidupan lebih baik.
Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia di Kementerian Luar Negeri menekankan bahwa bepergian atau bekerja di luar negeri merupakan hak setiap warga negara Indonesia.
“Ajakan untuk bekerja di luar negeri merupakan hak setiap warga negara. Namun, perlu diperhatikan adalah mengikuti prosedur yang legal dan aman,” kata Judha ketika menggelar konferensi pers di kantor Kemlu, Jakarta, pada Kamis, 13 Februari 2025.
Meski demikian, ada tanggapan lain dari pejabat yang kontra terhadap tren tersebut. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menilai warganet yang mengikuti tren #KaburAjaDulu seolah menandakan kurangnya sikap patriotik dan cinta terhadap Tanah Air.
“Kalau ada (tagar) Kabur Aja Dulu itu kan dia ini warga negara Indonesia apa tidak? Kalau kita ini patriotik sejati, kalau memang ada masalah kita selesaikan bersama,” kata Nusron usai memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 17 Februari 2025. (*)






