Suryamedia.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Semarang mencapai angka hingga 700 kasus.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang M. Abdul Hakam bahwa angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kasus DBD pada tahun lalu.
“Dibandingkan tahun lalu peningkatannya mencapai dua kali lipat,” jelasnya
Hakam menyebut, terdapat lima wilayah yang menjadi catatan zona merah Dinkes Kota Semarang.
“Kelima kecamatan itu adalah Kecamatan Tembalang, Banyumanik, Ngaliyan, Semarang Barat, dan Semarang Utara,” katanya.
Untuk itu Hakam bersama jajarannya akan fokus pada penanganan DBD di wilayah tersebut.
“Di tengah musim pancaroba kami terus melakukan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” jelasnya.
Tak hanya itu, guna menekan angka DBD, program wolbachia juga terus disosialisasikan.
“Wolbachia merupakan bakteri yang ditanamkan di telur nyamuk. Tujuannya agar nyamuk Aedes aegypti tidak menularkan virus DBD saat menggigit manusia,” katanya.
Melalui program tersebut, dia berharap masyarakat tidak salah menilai, lantaran harus memelihara naymuk yang sudah ditanam bakteri wolbachia.
“Jangan salah persepsi, di tengah mewabahnya DBD malah diminta memelihara nyamuk,” ucapnya.
Dia menambahkan, satu kecamatan butuh puluhan juta telur yang sudah ditanamkan bakteri wolbachia.
“Sosialisasi memang masih kami lakukan di tingkat kecamatan, kelurahan hingga kader, kemungkinan akan terus kami lakukan hingga ke masyarakat,” tambahnya.
“Program tersebut sangat efektif untuk menekan angka DBD, bahkan sampai 77 persen,” tambahnya. (*)












