BEI Sempat Trading Halt Buntut IHSG Melemah Lagi Hari ini

Suryamedia.id – Perdagangan saham di pasar modal sempat dihentikan sementara (trading halt) pada Kamis (29/1/2026) selama sekitar 20 menit. Trading halt dimulai pukul 09.26 WIB atau sesaat setelah pembukaan sampai dengan 09.56 WIB.

Keputusan ini dilakukan buntut anjloknya indeks harga saham gabungan pada pembukaan hari ini, bahkan mencapai penurunan 8 persen. Hal ini kemungkinan dipicu oleh sentimen negatif terkait status pasar modal Indonesia di mata global.

Hal ini terkait keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan pasar saham Indonesia terkait isu transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, serta ancaman downgrade dari Emerging Market menjadi Frontier Market memicu kepanikan investor.

Adapun level IHSG saat trading halt adalah 7.654 alias merosot 8 persen dari 8.027. Diketahui, sebanyak 658 saham turun, 33 saham berpotensi naik dan 20 lainnya stagnan.

Trading halt pada pagi hari ini dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memastikan perdagangan saham terjaga agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien.

Baca Juga :   Tanggapi Sentimen Negatif Pasar Saham, Purbaya Instruksikan Hal Ini ke BEI dan OJK

“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%,” kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026), dikutip CNBC Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya turut menyinggung hal ini. Menurutnya, melemahnya IHSG juga dipengaruhi reaksi berlebihan investor global terkait kabar MSCI. Ia menyebutkan sudah ada perbaikan minor data free float di Indonesia.

“Menurut saya IHSG kan jatuh karena berita yang MSCI yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham segala macam kan. Persyaratan mereka ya itu manajemen bersih dan free floatnya berapa persen,” paparnya, Rabu (28/1/2026).

“Ini saya pikir reaksi yang berlebihan, karena kan ini baru laporan pertama kan. Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan,” lanjut dia.

Lebih lanjut, ia meyakini pelemahan atau memerahnya IHSG hanya bersifat sementara. Menurutnya, kondisi IHSG akan pulih dalam sepekan ke depan, sehingga ia meminta publik dan investor tidak panik karena kinerja pasar saham Indonesia akan menguat lagi.

Baca Juga :   Menkeu Tegas Tolak Rencana Proyek Family Office Gunakan APBN

“Jadi ini hanya shock sesaat, jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa menyesuaikan MSCI dan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global,” tegas dia.

“Dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sebelum bulan Mei harusnya sekarang it’s a good time to buy,” tegas Purbaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *