Suryamedia.id – Heboh hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris di tingkat SMA dipandang rendah. Atas hal tersebut, dewan RI minta hal ini dijadikan evaluasi untuk membuat sistem pendidikan lebih baik lagi.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati yang membidangi Pendidikan, Olahraga, Sains, dan Teknologi, serta Kebudayaan, Kepemudaan, dan Pariwisata. Ia menekankan pentingnya perbaikan kurikulum, mekanisme pelatihan guri, serta fasilitas sekolah.
“Ini momentum bagi semua stakeholder untuk duduk bersama membenahi apa yang kurang. Semangatnya adalah perbaikan, bukan menyalahkan,” ujar Kurniasih, Selasa (30/12/2025), dikutip Kompas.
Sementara itu, menurut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tujuan TKA adalah sebagai tahap awal perbaikan mutu pembelajaran dan standarisasi mutu pendidikan di seluruh daerah
Dengan demikian, menurutnya, tes ini bukan untuk memberikan label tingkat kecerdasan siswa. Pihaknya juga meminta Kemenditisaintek untuk mempertimbangkan agar capaian TKA tidak menjadi syarat pendaftaran ke perguruan tinggi negeri.
“Sebaiknya TKA tidak menjadi syarat kelulusan siswa dari Sekolah dan syarat melanjutkan pendidikan di tingkat selanjutnya,” ujar Kurniasih.
“Kemendiktisaintek perlu pertimbangkan capaian TKA saat ini, tidak menjadi syarat pendaftaran ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baik melalui jalur SNBP maupun SNBT atau jalur lainnya,” sambungnya.
Di tingkat SMA, nilai rerata TKA paling tinggi merupakan mata pelajaran wajib adalah Antropologi yakni sebesar 70,43 dan paling rendah adalah mata pelajaran Bahasa Inggris Wajib 24,93. Sedangkan, rerata mata pelajaran matematika wajib adalah 36,10 dan matematika lanjut 39,32. (*)












