Suryamedia.id – Heboh kabar cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia hanya cukup selama 20-an hari, masyarakat ramai-ramai memadati SPBU di sejumlah daerah. Di media sosial, tampak antrean panjang di SPBU Kota Medan, Sumatera Utara pada Jumat (6/3/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa pasokan dan cadangan BBM di Indonesia masih aman. Pihaknya juga menjamin harga BBM bersubsidi tidak naik di tengah dinamika konflik Timur Tengah.
“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idul Fitri,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia, Jumat.
Lebih lanjut, keterangan serupa juga sempat disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadahlia. Maka dari itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying dan menimbun BBM karena hal tersebut bisa menyebabkan kelangkaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan,” ucap Anggia.
Sebagai informasi, harga minyak melonjak tajam dari Timur Tengah, Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel. Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel. (*)












