CEO Program Edu-trip SFL Bantah Tudingan Pelecehan Seksual Saat Mentoring

Suryamedia.id – Founder dan Chief Executive Officier (CEO) SejutaCita Future Leaders (SFL) diduga terlibat kasus pelecehan. Tudingan kasus ini mencuat setelah viral di medsos unggahan yang mengungkap AS melecehkan peserta program, dan di antaranya masih di bawah umur.

Sebagai informasi, SFL merupakan program Edu-Leadership Trip ke luar negeri bagi WNI berusia 13-35 tahun yang didirikan oleh AS (Andhika Sudarman). Untuk mengikuti program ini, peserta diminta untuk membayar biaya perjalanan sekitar Rp30 juta.

Menanggapi dugaan kasus tersebut, Andhika meminta maaf kepada publik melalui media sosial pribadinya. Lewat unggahan tersebut, pihaknya dengan tegas membantah adanya niat melakukan pelecehan seksual terhadap peserta.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta, alumni, orang tua, mantan rekan kerja, rekan kerja, dan pihak lain yang merasa tidak nyaman dengan adanya kejadian ini,” kata Andhika lewat unggahan Instagram @andhikasudarman_.

“Namun, secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur. Saya tetap membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pengalaman atau klarifikasi secara langsung,” lanjutnya.

Baca Juga :   Ancam Perekonomian Kelas Menengah, Sri Mulyani Diminta Evaluasi Kebijakan PPN 12 Persen

Sebelumnya, unggahan viral di X tersebut membeberkan pengalaman yang dianggap kurang menyenangkan selama mengikuti program SFL yang diinisiasi oleh Andhika. Salah satunya, peserta diancam tidak diterima di universitas impian jika membocorkan percakapan.

“Mentoring Sekolah (SMP-SMA). Peserta disuruh bersumpah apabila membocorkan percakapan maka tidak akan diterima di universitas impian,” tulis salah satu poin yang disampaikan oleh akun X @matchagreen100.

Selain itu, sesi mentoring yang dilakukan oleh Andhika Sudarman disebut diisi dengan pembahasan hal berbau seksual dan tidak relevan dengan tujuan pembelajaran. Ia juga menyebutkan sejumlah peserta yang diduga mengalami pelecehan verbal.

“AS juga menyebut bahwa Mawar itu cantik dan polos. Selain itu, AS juga bertanya pada Mawar, ‘menurut kamu, dari 1.000 teman laki-laki saya, berapa orang yang dapat dipercaya?’,” tulis @matchagreen100.

“Melati, ditanyai AS apakah tidak ada keinginan untuk melepas hijab walau sudah berada di luar negeri, AS juga sesekali menepuk paha Lili layaknya teman sebaya yang menimbulkan perasaan tidak nyaman. AS menceritakan temannya yang pernah melakukan hubungan intim dan akhirnya putus,” lanjutnya lagi.

Baca Juga :   KPAI Minta Program MBG Dijeda Sementara Buntut Marak Kasus Keracunan

Sementara itu, Andhika menjelaskan bahwa program SFL dirancang untuk pengembangan kepemimpinan berbasis pendekatan partisipatif. Tujuannya, melatih peserta tentang kemandirian, kemampuan pemecahan masalah, dan berani mengambil keputusan.

Pihaknya memahami jika dalam pelaksanaan program ada kekurangan maupun tidak sesuai dengan harapan sebagian peserta. Namun, ia menilai bahwa hal itu merupakan isu yang sangat serius, sehingga ia mempersilahkan pihak independen untuk memverifikasi tudingan yang beredar.

“Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya. Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang,” tulis Andhika.

“Saya juga mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap semua tuduhan yang beredar. Saya berharap proses ini dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi terhadap program SFL.

“Untuk menjaga objektivitas dan menunjukkan komitmen serius saya, efektif hari ini, seluruh pengelolaan program SFL akan dipimpin oleh Geraldine Abigail. Geraldine Abigail akan memimpin evaluasi dan memastikan kelancaran seluruh tata kelola dan pelaksanaan program SejutaCita,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *