Nilai Tukar Rupiah Hampir Capai Rp17 Ribu Dolar AS Saat IHSG Menguat

Suryamedia.id – Nilai tukar rupiah melemah hampir menyentuh Rp17 ribu per dolar AS. Pelemahan nilai rupiah tersebut terjadi seiring dengan menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level tertinggi sepanjang masa.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bertanya-tanya dengan kondisi ini. Pihaknya meminta Bank Indonesia (BI) menjelaskan terkait fenomena ini karena hal tersebut merupakan otoritas bank sentral.

“Ketika kapital masuk ke sini besar, kenapa rupiahnya melemah? Coba tanya mereka deh, karena saya enggak bisa intervensi untuk menjelaskan, nah itu kan otoritas bank sentral,” katanya, Selasa (20/1/2025), dikutip CNN Indonesia.

“Anda tanya ke Bank Sentral aja apa yang terjadi. Enggak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini, ya kan? Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke Bank Sentral,” lanjut dia lagi.

Diketahui, pergerakan nilai tukar rupiah berada di level RP16.956 per dolar AS pada Selasa (20/1/2025) sore.

Sebelumnya, Purbaya mengatakan bahwa pergerakan rupiah akan mengikuti kondisi perekonomian nasional, termasuk kinerja pasar saham yang mencapai di level tertinggi sepanjang masa atau all time high.

“Ya, rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat IHSG kan, berapa sekarang? 9.133, all time high,” kata Purbaya baru-baru ini.

Baca Juga :   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Melemah, Pemerintah Bakal Berikan Stimulus

Ia mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan adanya aliran dana asing yang masuk ke pasar keuangan domestik. Kondisi tersebut diyakini akan berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah ke depannya.

Maka dari itu, pihaknya meminta untuk menunggu waktu sampai dengan rupiah kembali menguat karena suplai dolar bertambah di pasar domestik.

“Begini kalau indeks naik itu, pasti ada flow asing masuk ke situ juga, kan? Nggak mungkin domestik sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang seperti itu, jadi tinggal tunggu waktu aja rupiahnya menguat juga karena suplai dolar akan bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto memberikan tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), termasuk keponakannya yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menarik Dibaca