Suryamedia.id – Buku ‘Broken Strings’ karya Aurelie Moeremans menjadi viral di media sosial baru-baru ini. Dalam buku tersebut, ia bercerita tentang pengalamannya menjadi korban child grooming di masa remajanya.
Isu sensitif tersebut kemudian mengundang berbagai respon publik, mulai dari ikut prihatin dengan pengalaman memilukan tersebut hingga marah terhadap beberapa karakter yang disamarkan dalam buku itu.
Menanggapi hal ini, Aurelie mengingatkan kepada netizen agar tidak melakukan perundungan (bullying) terhadap pihak-pihak yang diduga merupakan karakter di kisah tersebut. Selain karakter Bobby yang ramai diperbincangkan, ada karakter lainnya seperti Kelly, Zane, hingga Tom.
“Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan mem-bully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan,” tulis Aurelie Moeremans, Minggu (18/1/2026) di Threads.
Asumsi yang melebar tentang sejumlah karakter di bukunya sempat membuatnya tidak nyaman. Menurutnya, kisah yang disampaikan tersebut bukan ditujukan untuk menghakimi sosok nyata karakter tersebut, melainkan sebagai tahap penyembuhan atas traumanya.
“Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku gak enak bacanya,” lanjut dia.
“Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa-siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur,” kata Aurelie lagi.
Harapannya, diskusi tentang ‘Broken Strings’ dilakukan dengan penuh empati dan bermanfaat.
“Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya, kalian bebas berpendapat soal itu. Tapi kalau hanya menebak-nebak dan lalu menyerang, plis jangan,” tegas Aurelie.
“Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat di-bully. Aku menulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama. Let’s keep this space kind, aman, dan penuh empati,” pungkas Aurelie. (*)








