Suryamedia.id – Wilayah Pati Selatan memang diketahui sering menjadi langganan banjir. Baru-baru ini, tepatnya pada 15 Oktober 2022 kemarin, daerah tersebut kembali mengalami banjir bandang.
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Suriyanto pun memberikan tanggapannya perihal kejadian banjir bandang tersebut.
Menurutnya, penyebab banjir terjadi di wilayah Kayen dan Sukolilo salah satunya adalah karena ulah manusia yang menyebabkan hutan-hutan gundul.
“Banjir di Kayen dan Sukolilo, salah satu penyebabnya karena hutan-hutannya gundul. Ya kembali ke manusianya. Buminya marah karena ada perusakan alam,” ujar Suriyanto kepada tim Suryamedia.id melalui sambungan telepon.
Untuk mencegah banjir sering terjadi di wilayah tersebut, menurut Suriyanto perlu untuk mengembalikan wilayah hutan yang gundul menjadi hijau kembali melalui program reboisasi.
Selain itu, menurutnya drainase juga perlu dibangun di sepanjang jalan Sukolilo. Karena ia menyebut wilayah tersebut tak memiliki drainase.
“Harus ada reboisasi, drainase juga harus ada. Kalau di Sukolilo gak ada (drainase). Drainase sepanjang jalan Sukolilo perlu dibuat,” ujar anggota DPRD Pati tersebut.
Sebelumnya, banjir bandang diketahui menerjang beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, hingga Tambakromo.
Banjir bandang tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Pati pada Jumat malam, (14/10/22). Banjir bandang tersebut dinilai lebih besar dari sebelumnya, karena hampir seluruh wilayah Pati Selatan terdampak. (adv)
Editor: Agriantika Fallent












